PENCEGAHAN STUNTING SEJAK DINI DI ERA MILENIAL DESA SUKOKERTO KECAMATAN PAJARAKAN KABUPATEN PROBOLINGGO

  • Indro Wicaksono

Abstract

Sebagian besar masyarakat belum paham dengan benar mengenai Stunting, dan beranggapan bahwa Stunting atau kerdil sebutan yang biasa digunakan di masyarakat adalah faktor keturunan. Kegiatan pengabdian ini dilakukakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman stunting yang diharapkan langsung dapat memotivasi masyarakat untuk ikut serta memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan pada anaknya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat optimal. Faktor-faktor penyebab terjadinya stunting yaitu berat badan lahir rendah, tidak mendapatkan asi eksklusif, kekurangan asupan energi dan protein, dan tidak imunisasi. Berdasarkan data statistik progres pelaksanaan percepatan pencegahan stunting terintegrasi Provinsi Jawa Timur Status April 2019 kabupaten Probolinggo menunjukkan data prevalensi stunting mencapai 94%, data balita stunting pada tahun 2018 mencapai 17,29 %. Data hasil analisis rencana pencegahan stunting di Kabupaten Probolinggo tahun 2020 melalui sumber dari Bappeda desa Sukokerto termasuk desa dengan jumlah balita sebanyak 90 balita. Data stunting di desa sukokerto sebesar 3,72 %. Metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi tentang pencegahan stunting ini sasaran utamanya yaitu ibu hamil dan balita masyarakat desa Sukokerto dengan mengadakan kegiatan Sosialisasi Posyandu dengan tema “Pencegahan Stunting Sejak Dini di Era Milenial” Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi yang berupa pemahaman tentang Stunting dan cara pencegahannya terhadap balita dan ibu hamil. Berdasarkan tabel diatas dapat dinyatakan hasil sebelum test peserta yang mengetahui tentang program pencagahan Stunting 14 orang (40%) sedangkan hasil berdasarkan sesudah test peserta yang mengetahui tentang program pencegahan stunting sebesar 27 0rang (77%) dilihat dari hasil sebelum test sebagian besar orang tua tidak mengetahui tentang cara pencegahan Stunting. pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pengembangan pangan berbasis tanaman Kelor, karena Kelor telah terbukti mengandung super nutrisi dan mudah didapatkan. Metode dalam pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan menyelenggarakan gerakan pemanfaatan lahan untuk budidaya tanaman Kelor dan juga penyuluhan tentang pemanfaatan tanaman kelor. Selain itu pada saat dilakukan kegiatan gerakan penanaman Kelor seluruh masyarakat dapat mengikuti kegiatan dengan antusias sampai semua kegiatan berakhir.

Author Biography

Indro Wicaksono

Jurnal Abdi Panca Marga merupakan jurnal untuk mempublikasikan hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat secara luas. Jurnal ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Panca Marga Probolinggo. Terbitan berkala dari jurnal ini adalah dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan bulan Oktober.

Published
2019-11-23