Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian
https://ejournal.upm.ac.id/index.php/agrotechbiz
<p>Agrotechbiz merupakan jurnal ilmiah pertanian khususnya di bidang Agroteknologi dan Agribisnis yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian. Agrotechbiz diterbitkan berkala setiap enam bulan, yaitu bulan Juni dan Desember. Agrotechbiz memuat artikel ilmiah hasil penelitian dan/atau kajian analitis-kritis yang berisikan pokok bahasan, baik yang terkait dengan aspek pengembangan, kerangka teoritis, implementasi, maupun kemungkinan pengembangan pertanian dalam cakupan Ilmu Pertanian dalam bidang Agroteknologi dan Agribisnis. Sebagai media nasional, Agrotechbiz diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Ilmu pertanian dalam bidang Agroteknologi dan Agribisnis di Indonesia.</p>Universitas Panca Margaen-USAgrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian2355-195XPengaruh Pakan Dan Tenaga Kerjaterhadap Produksi Susu Sapi Perah
https://ejournal.upm.ac.id/index.php/agrotechbiz/article/view/2012
<p>Usaha ternak sapi perah adalah salah satu kegiatan usaha ternak yang mampu menghasilkan produk susu sebagai produk utamanya, Peningkatan jumlah konsumsi susu di Indonesia belum seimbang terhadap tingkat produksi susu yang dihasilkan oleh populasi sapi perah yang ada, belum seimbangnya jumlah produksi terhadap konsumsi susu di Indonesia menimbulkan tidak terpenuhinya kebutuhan konsumsi susu masyarakat dalam negeri.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh jumlah pakan konsentrat, pakan hijauan, dan Tenaga kerja terhadap produksi susu di Dusun Dempok, Desa Sumber Pitu Kecamatan Tutur. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Variabel penelitian ini adalah pakan konsentrat, pakan hijauan, dan Tenaga kerja. Dalam penelitian ini kami menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan metode Coob-DouglasS). Hasil penelitian ini menemukan bahwa variabel Pakan Konsentrat berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi susu, variabel pakan hijauan dan Tenaga kerja berpengaruh dan signifikan terhadap produksi susu. Hasil pendugaan model fungsi produksi memberikan nilai koefisien determinasi (R2 ) sebesar 0,752 menunjukkan bahwa 7,52% dari varian satu keragaman produksi Susu sapi dapat dijelaskan oleh varian faktor-faktor produksi dalam model. Dengan kata lain 7,52% secara bersama-sama berpengaruh terhadap produksi susu dan 92,48% sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model atau dipengaruhi oleh hal lain yang tidak di teliti.</p>Fiki Nur AzizIda Lumhatul Fuad
##submission.copyrightStatement##
2024-12-262024-12-2611211010.51747/agrotechbiz.v12i2.2012The Umkm Banana Chips Analisis Faktor-Faktor Keberhasilan Dalam Pengembangan Usaha Keripik Pisang Lumer (Studi Kasus Umkm Keripik Pisang Di Desa Pucangsari Kecamatan Purwodadi )
https://ejournal.upm.ac.id/index.php/agrotechbiz/article/view/2122
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia. UMKM berperan signifikan dalam menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu bentuk UMKM yang cukup potensial dan banyak digemari oleh masyarakat adalah usaha keripik pisang. Inovasi keripik pisang lumer merupakan pengembangan dari keripik pisang tradisional dengan menambahkan saus cokelat yang meleleh, memberikan sensasi rasa yang unik dan menarik. Tujuan penelitian pada analisis faktor keberhasilan usaha keripik pisang ini adalah Menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap keberhasilan pengembangan usaha keripik pisang menggunakan matriks SWOT. Dan Menganalisis faktor-faktor yang sesuai dan berpengaruh untuk rekomendasi BMC dalam pengembangan usaha keripik pisang. Lokasi penelitian di laksanakan di desa pucangsari kecamatan purwodadi menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah pendekatan penelitian yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data non-numerik, seperti kata-kata, gambar, atau objek, untuk memahami konsep, opini, atau pengalaman. Penelitian ini dapat menggunakan metode survei untuk mengumpulkan data dari pelaku usaha keripik pisang, wawancara mendalam dengan stakeholder industri, dan analisis data sekunder dari studi terdahulu. Hasil penelitian Berdasarkan matriks SWOT faktor yang berpengaruh dalam pengembangan usaha keripik pisang adalah strategi diversifikasi produk menggunakan kekuatan untuk menghadapi berbagai ancaman. Meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing dengan produk sejenis yang sudah beredar di pasaran (S1,T1,T3), Mempromosikan keunggulan produk untuk meningkatkan minat beli konsumen (S3,S4,S5,T1,T2), Menjaga stabilitas harga produk agar terjangkau dan minat konsumen meningkat (S2,T2), Menjalin kemitraan dengan petani dan pedagang pisang untuk menyediakan bahan baku yang berkualitas dengan harga yang stabil (S1,S2,T4). Strategi yang sesuai dalam pengembangan usaha keripik pisang yaitu dengan melaksanakan 9 komponen BMC mulai dari menentukan nilai yang ditawarkan (value proposition) yang memiliki ciri khas dan keunggulan produk, memilih segmen konsumen (customer segment) yang tepat melalui kegiatan survei pasar, melaksanakan strategi penjualan dan promosi yang tepat untuk menarik minat beli konsumen (customer relationship), memanfaatkan sumberdaya (key resource) baik sumberdaya manusia, modal dan bahan baku sesuai dengan kebutuhan usaha, melaksanakan aktivitas produksi (key activities) yang hygienis dan menjaga kualitas produk, memberikan kemudahan agar produk dapat terdistribusi dengan cepat kepada pembeli (channel), menghitung kebutuhan modal dengan tepat (cost structure), mengidentifikasi mitra usaha (key partner) dengan tepat dan mengidentifikasi peluang sumber-sumber penerimaan dengan tepat (revenue stream).</p>Teguh Sarwo AjiAbdul Kodir
##submission.copyrightStatement##
2024-12-032024-12-03112122310.51747/agrotechbiz.v12i2.2122ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN DI SENDANG SUMBER SEGARAN DESA.SUKILILO-KEC.PRIGEN- KABUPATEN PASURUAN
https://ejournal.upm.ac.id/index.php/agrotechbiz/article/view/2160
<p>Penilitian ini bertujuan untuk mengkaji minat berkunjung wisatawan ke destinasi wisata Sendang Sumber Segaran. Teknik random sampling digunakan untuk pemilihan sampel penelitian ini dengan sampel yang akan diteliti adalah 50 pengunjung dalam kisaran waktu 40-60 minggu. Metode Cochran Q Test dipakai sebagai metode dalam penelitian ini. Temuah dari penelitian ini menggambarkan beberapa faktor yang memengaruhi minat berkunjung wisatawan yang dating ke destinasi wisata Sendang Sumber Segaran yaitu terdapat 5 butir pertanyaan yang mempengaruhi minat berkunjung wisatawan yaitu Keindahan alam (p1), tempat wisata masih alami(p2), pelayanan wisata yang prima(p6), diajak teman(p7), bisa berfoto(p10). Terdapat faktor yang paling dominan dari beberapa faktor tersebut yaitu nilai tertinggi dalam menjawab YA dalam memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung. Destinasi ini tidak hanya menjadi pilihan yang ideal untuk berlibur bersama keluarga berkat fasilitas tempat duduk yang luas, tetapi juga menyediakan pengalaman pendidikan seperti memberi makan dan memandikan kambing, menjadikannya tempat wisata yang menarik dan bervariasi bagi pengunjung, dan lain-lainnya. Destinasi ini menawarkan pengalaman wisata yang mengagumkan dengan pariwisata yang tinggi, menampilkan beragam bentuk keindahan alam, ekosistem yang menarik, serta mata air alami.</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>Daya tarik wisata, Minat berkunjung, sendang sumber seragan</p>Moch. taufik sholeh uddinNovi Itsna HidayatiNovita Lidyana
##submission.copyrightStatement##
2024-12-032024-12-03112233910.51747/agrotechbiz.v12i2.2160Corn Production Factors, Hybrid ANALISIS FAKTOR - FAKTOR PRODUKSI YANG MEMPENGARUHI HASIL PRODUKSI USAHATANI JAGUNG DIDESA SAMBISIRAH KECAMATAN WONOREJO KABUPATEN PASURUAN
https://ejournal.upm.ac.id/index.php/agrotechbiz/article/view/2131
<p><em>This research uses quantitative descriptive research, the data is processed according to the needs of the model used. Data sources come from interviews, observations, documentation and open questionnaires. The total population in the study was 362 people, with sampling using the Slovin formula to 31 respondents. The results of the research show that the independent variables simultaneously influence the dependent variable on farming production results in Sambisirah Village, Wonorejo District, Pasuruan Regency, seen in the F test results which show a Fcount value of 525.5 > Ftable 0.00. Partially, land area (X1), labor (X2) and seeds (X3) have a significant effect and are positively related, while the fertilizer variable (X4) does not have a significant effect but is positively related to farmers' crop yields. The input variable that has a significant effect on corn production is land area (X1) of 2920.1, meaning that if you add 1 ha of land area, it will increase production output by 2920.1 kg, labor (X2) is 17.8, meaning that for each additional HOK will increase corn production by 17.8 kg and the seed variable (X3) by 86.3, meaning that every additional 1 kg will increase production by 86.3 kg. Meanwhile, the fertilizer variable (X4) has no real effect on production results (Y) with a value of 0.05, meaning that every additional 1 kg will increase production by 0.05 kg.</em></p>Anang M Ma'rufNovi Itsna Hidayati
##submission.copyrightStatement##
2024-12-032024-12-03112405110.51747/agrotechbiz.v12i2.2131ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BAWANG MERAH DI KECAMATAN DRINGU KABUPATEN PROBOLINGGO
https://ejournal.upm.ac.id/index.php/agrotechbiz/article/view/2218
<p>Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi untuk mengembangkan beragam produk dari tanaman hortikultura. Dari berbagai jenis tanaman hortikultura, terdapat beberapa jenis sayuran yang banyak dikembangkan, salah satunya adalah bawang merah. Rantai pemasaran bawang merah yang sangat panjang dan selisih harga ditingkat pelaku pemasaran akan berdampak pada pendapatan petani. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui efisiensi pemasaran bawang merah di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Pola saluran pemasaran yang dibahas yaitu margin pemasaran, integrase pasar dan elastisitas transmisi harga. Hasilnya menunjukkan margin pemasaran pada saluran kedua (petani ke tengkulak ke pedagang luar kota) lebih efisien dari saluran pemasaran pertama (petani ke pedagang pengecer ke konsumen akhir). Pemasaran bawang merah di Kecamatan Dringu termasuk dalam pasar monopsoni yaitu merupakan bentuk pasar yang memiliki beberapa penjual dengan hanya satu pembeli. Dari hasil analisis elastisitas transmisi harga diperoleh nilai elastisitas sebesar 0,415 yang mana nilai elastisitas transmisi harga yaitu nilainya < 1 sehingga dapat dikatakan pemasaran belum efisien.</p> <p><strong>Kata kunci : efisiensi pemasaran, bawang merah, Kecamatan Dringu, Probolinggo</strong></p>Triyan Bayu Pratama
##submission.copyrightStatement##
2024-12-042024-12-04112525810.51747/agrotechbiz.v12i2.2218RESPON KOMPOSISI MEDIA DAN PANJANG STEK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT BOUGENVILLE (Bougenvillea glabra L.)
https://ejournal.upm.ac.id/index.php/agrotechbiz/article/view/2245
<p>Bougenville cukup populer bagi pecinta tanaman hias. Daya tarik tanaman bougenvile ada di seludang bunga dengan corak warna cerah dan beragam sehingga banyak masyarakat yang tertarik menanam dan membudidayakannya. Pembiakan tanaman Bougenville dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara generatif dan secara vegetatif buatan. Pembiakan secara vegetatif buatan yang paling sederhana dan mudah dilakukan adalah dengan stek batang. Perbanyakan tanaman menggunakan sistem stek merupakan perbanyakan tanaman menghasilkan sifat yang sama dengan induknya. Peran media tanam yang tepat akan membantu tanaman untuk tumbuh dan membentuk kalus atau calon akar. Komposisi media tanaman yang mengandung hara cukup dan mempunyai pororsitas tinggi merupakan kondisi yang sesuai untuk perbanyakan sistem stek ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1). mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan stek tanaman bougenville; 2). Mengetahui pengaruh panjang stek terhadap pertumbuhan bibit bougenvile; 3). Mengetahui interaksi yang terjadi antara komposisi media tanam dan panjang stek terhadap pertumbuhan bibit bougenville.Metodologi rancangan percobaan menggunakan Rancangan acak Kelompok Lengkap faktorial dengan faktor 1 adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 3 taraf yaitu K0 (tanah); K1 (tanah : kompos = 1 : 1); K2 (tanah : kompos : arang sekam = 1 : 1 : 1). Faktor ke 2 yaitu P1 (panjang stek 15 cm), P2 (panjang stek 20 cm), P3 (panjang stek 25 cm), P4 (panjang stek 30 cm). Hasil penelitian diketahui bahwa komposisi media tanam berpengaruh nyata pada parameter hari tumbuh tunas,jumlah dan panjang tunas, jumlah daun dan akar, panjang akar dan prosentase bibit jadi. Panjang stek berpengaruh nyata pada hari muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun dan akar serta panjang akar. Interaksi menunjukkan pengaruh positif terhadap hari muncul tunas, jumlah daun, panjang akar dan prosentase bibit jadi.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : komposisi media, stek, bougenville</p>Mimik Umi ZuhrohAprilia HartantiSaiful Chak
##submission.copyrightStatement##
2024-12-312024-12-31112597210.51747/agrotechbiz.v12i2.2245RESPON FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR AIR CUCIAN BERAS DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SEEDLING ANGGREK LARAT (Larat bigibbum var. schoederianum (Rchb.f. ex W.Watson) Peter B.Adams
https://ejournal.upm.ac.id/index.php/agrotechbiz/article/view/2252
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh Frekuensi pemberian pupuk organik cair air cucian beras (air cucian beras) dan media tanam terhadap pertumbuhan seedling anggrek larat (<em>Larat bigibbum</em> var. schoederianum). Pemberian pupuk dilakukan dengan Frekuensi 2 hari sekali, 4 hari sekali, dan 6 hari sekali, serta menggunakan tiga jenis media tanam, yaitu moss, pakis, dan sabut kelapa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu faktor pertama adalah Frekuensi pemberian pupuk organik cair air cucian beras dan faktor kedua adalah jenis media tanam. Pengamatan dilakukan pada berbagai parameter pertumbuhan tanaman, seperti tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, dan jumlah akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji analisis varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT 5% untuk mengetahui perbedaan nyata antar perlakuan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna mengenai cara optimal dalam merawat seedling anggrek larat, terutama terkait dengan pemberian pupuk organik cair air cucian beras yang efisien dan pemilihan media tanam yang tepat. Hasil penelitian ini juga diharapkan memberikan wawasan tentang Frekuensi pemberian pupuk yang terbaik serta jenis media tanam yang paling sesuai dalam mendukung pertumbuhan anggrek larat. Penelitian ini penting untuk pengembangan teknik budidaya anggrek yang ramah lingkungan dan efektif dalam meningkatkan hasil budidaya anggrek di masa depan.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : POC air cucian beras, media tanam, anggrek larat, Frekuensi pemberian POC, pertumbuhan seedling.</p>Apriia HartantiMochamad Su'udMuchlas Ghozali
##submission.copyrightStatement##
2024-12-312024-12-31112738310.51747/agrotechbiz.v12i2.2252PERUBAHAN SIFAT FISIK PISANG CAVENDISH SEGAR AKIBAT PENYIMPANAN DALAM SUHU RENDAH
https://ejournal.upm.ac.id/index.php/agrotechbiz/article/view/2267
<p>Ekspor pisang Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan buah-buahan segar di pasaran internasional. Data dari BPS menunjukkan pada tahun 1993 ekspor pisang Indonesia baru mencapai 1300 ton, namun pada tahun 1994, 1995 dan 1996 tercatat sebanyak 33 092 ton, 55 317 ton dan 94 107 ton pisang dengan nilai masing-masing sebesar 5 821 934, 8 637 427 dan 17 356 737 USD. . Sebagai komoditi yang mudah rusak, ekspor pisang Indonesia dihadapkan pada kendala teknik penanganan pasca panen untuk mengantisipasi kebutuhan transportasi yang memungkinkan buah dapat bertahan tetap mentah selama pengangkutan dengan kualitas yang tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat fiisik pisang Cavendish segar akibat penyimpanan suhu rendah. Penelitian ini merupakan percobaan Faktorial yang disusun secara Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas dua faktor. Faktor I adalah Penyimpanan dalam Suhu Rendah (KD) yaitu KD1 (disimpan pada suhu 13<sup>o</sup>C-14<sup>o</sup>C) dan KD2 (disimpan pada suhu 25<sup>o</sup>C-26<sup>o</sup>C) Faktor II Penyimpanan dalam pengemasan denga polietilen yaitu KR1 (pisang dikemas) dan KR2 (pisang tidak dikemas). Masing-masing diulang 3 kali. Pengamatan yang dilakukan selama penelitian meliputi tiga tahapan yaitu : terhadap bahan baku sebelum penyimpanan, setelah penyimpanan, dan setelah pisang mencapai skor warna 6 (pematangan pada suhu kamar). Pengamatan dilakukan setelah penyimpanan 35 hari. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan sifat fisik pada susut berat, rasio daging/kulit dan kekerasan buah</p>Idiek DonowartiIstiyono Kirnoprasetyo
##submission.copyrightStatement##
2025-01-082025-01-08112849410.51747/agrotechbiz.v12i2.2267