ANALISIS PENANAMAN NILAI KARAKTER MELALUI KEGIATAN EKSTRA PEMBANGUN BUDAYA KARAKTER DI MTS IMAM AL GOZALI PANJEREJO

  • Bagus Setiawan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tarbiah Dan Ilmu Keguruan, IAIN Tulungagung

Abstract

Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah ataupun lembaga pendidikan untuk dapat mencapai tujuan dari pendidikan nasional, salah satunya yaitu untuk membangun sebuah karakter dari peserta didik. Salah satunya mengembangkan Kurikulum 2013 yang dari kurikulum KTSP mempunyai landasan pola pikir masa depan, persepsi, perkembangan, pedagogi, dan kompetisi masa depan. Selama ini pemerintah dan lembaga pendidikan telah berupaya untuk dapat membentengi atau bahkan membangun nilai-nilai sikap dan karakter para peserta didik sesuai dengan tujuan nasional agar tetap terjaga dengan di tengah arus globalisasi yang begitu kuat. Lembaga pendidikan khususnya Sekolah baik yang berada di daerah kota maupun desa berlombalomba untuk membangun sebuah kegiatan ekstra diluar kelas yang bertujuan untuk membangun nilai-nilai karakter peserta didik di sekolahnya. Adapun beberapa kegiatan yang dilakukan lembaga sekolah seperti halnya sekolah menerapkan sebuah slogan 3S (Senyum, sapa, salam), kegiatan mengaji sebelum pelajaran dimulai, kegiatan sholat duha di jam-jam waktu sholat duha, kultum pagi sebelum pelajaran dimulai, sholat berjamaah sebelum pulang sekolah, sholat jumat bersama, dsb. Seperti halnya para siswa di MTS Imam Al Gozali menerapkan kegiatan seperti: kultum sebelum pelajaran dimulai, 3S (Senyum, sapa, salam), membaca surat pendek ayat-ayat AlQuran sebelum dimulai pelajaran, pramuka, dsb. Ini ditujukan agar terwujudnya budaya pembangun karakter yang baik, serta terjaga dengan baik pula meskipun para siswa sudah tidak berada di lingkungan sekolah MTS Imam Al Gozali. Sutarjo Adisuselo menyebutkan, bahwa pendidikan karakter memiliki 9 nilai dasar yang saling terkait yaitu: 1) Responsibility (tanggung jawab), 2) Respect (rasa hormat), 3) Fairness (keadilan), 4) Courage (keberanian), 5) Honestly (kejujuran), 6) Citizenship (rasa kebangsaan), 7) Self-discipline (disiplin diri), 8) Caring (peduli), dan 9) Perseverance (ketekunan). Sedangkan Amri,dkk,2011 : 26 mengatakan dalam dunia pendidikan karakter sangat di butuhkan untuk menanamkan kepribadian serta perilaku anak dalam kesehariannya. Hasil penerapan budaya pembangun karakter Siswa MTS Imam Al Gozali melalui kegiatan ekstra sekolah dengan kegiatan secara rutin, kegiatan spontanitas dan pengkondisian jadwal yang baik. Faktor pendukung kegiatan ektra dalam pembangunan karakter antara lain yaitu keteladanan guru, Lingkungan sekolah yang kondusif, Jadwal kegiatan yang baik. Adapun faktor penghambat terlaksananya kegiatan ekstra pembangun karakter dalam pembangunan karakter yakni, Adanya kegiatan tidak terduga diluar jadwal sekolah, Bapak/ibu guru mempunyai kegiatan diluar sekolah, Libur panjang semester. hasil dari penerapan kegiatan ekstra budaya pembangun karakter di MTS Imam Al Gozali, Siswa melakukan kebiasaan dengan baik di hari aktif sekolah, Siswa antusias mengikuti kegiatan ekstra di sekolah, Siswa saling mengingatkan jika ada temanya yang tidak mengikuti kegiatan ekstra, Siswa melaporkan temanya yang tidak mengikuti kegiatan ekstra.

Published
2020-07-09