ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI TAPE SINGKONG (Study Kasus : DESA KENDURUAN, KECAMATAN SUKOREJO, KABUPATEN PASURUAN)
Abstrak
Singkong sebagai sumber bahan pokok karbohidrat utama bagi Sebagian besar penduduk Indonesia. meningkatkan permintaan terhadap makanan olahan singkong yang meningkat. Namun tingginya permintaan singkong tersebut tidak seimbang dengan meningkatnya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan agroindustri tape dan nilai tambah agroindustry tape. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling di di pengrajin tape di desa kenduruan kecamatan sukorejo kabupaten pasuruan. Data yang diperoleh dari observasi yaitu terdapat 560 bungkung tape singkong per produksi, total biaya penyusutan pada biaya tetap yaitu Rp. 20.800 dan total biaya variable Rp. 3.185.000. Hasil penelitian menunjukan bahwa keuntungan yang diperoleh dari kegiatan produksi tape singkong bapak hasan basri sebesar Rp. 3.920.000 dari nilai tambah 70% dan produksi tape singkong di bapak hasan basri sebesar Rp.758 per satu kilogram bahan baku dari nilai tambah yang diterima pengrajin.
Kata Kunci :. Tape Singkong, Agroindustri, Pendapatan, Nilai Tambah.