Eksperimen Heat Transfer pada Minichannel Baterai Pesawat Listrik dengan Fluida Etilen Glikol-Air

  • Gaguk Marausna Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta
  • Dhawysulthan M A Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta
  • Eric Leonardo Sitepu Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta
  • Muhamad Bayu Adi Kusuma Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta

Abstract

Industri aviasi telah mengubah industri transportasi massal maupun privat, sehingga membuat pesawat terbang semakin banyak variasinya, jenis transportasi udara ini memiliki pengaruh buruk yang sangat tinggi terhadap atmosfer karena konsumsi bahan bakar yang sangat tinggi dan membuang polutan yang sangat banyak sehingga pesawat untuk masa depan akan mengarah ke 2 tipe pesawat yaitu Hybrid-Electric Aircraft dan All-Electric Aircraft. Keduanya memiliki kesamaan berpenggerak tenaga listrik, tetapi terdapat kelemahan pada transportasi ini. Yaitu pada batterai yang digunakan. Pada umumnya baterai yang digunakan yaitu Lithium-ion. Lithium-ion memiliki karakteristik yang ringan dan lebih awet dibandingkan dengan yang lain. Baterai itu sendiri juga memiliki kelemahan, jika dipakai terlalu lama atau terus menerus baterai akan panas dan mengurangi life time / umur batterai. Oleh karena itu pendinginan pada baterai juga diperlukan untuk mengurangi suhu panas baterai dan menjaga life time pada batterai. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah penggunaan fluida kerja 75% Etilen Glikol – 25 % Air lebih baik daripada 75% Air – 25% Etilen Glikol.

Published
2022-05-20
How to Cite
Marausna, G., A, D., Sitepu, E., & Kusuma, M. (2022). Eksperimen Heat Transfer pada Minichannel Baterai Pesawat Listrik dengan Fluida Etilen Glikol-Air. Energy - Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik, 12(1). Retrieved from https://ejournal.upm.ac.id/index.php/energy/article/view/1021